Ganti Bahasa:
Yth Pastor Agus Rahardja

Nama says Lucia R., saya asli dari Cirebon, dan sekarang menetap di Jakarta.
Umur saya 32th, suami 34th dan mempunyai 1putra 4th dan 1putri 2.5th.

Agustus 2010 lalu suami saya divonis dokter terkena cancer pankreas stadium 4 dengan penyebaran di liver. Prediksi bisa bertahan 6 bulan saja. Tapi dengan kasih anugrah Tuhan, dengan melewati serangkaian kemoterapi di bawah pengawasan seorang dokter yang sangat cinta Tuhan, bulan Maret 2011 suami saya sembuh. It's really a miracle. Saya belajar banyak hal dari sini. Hubungan keluarga dipulihkan luar biasa, kepahitan saya terhadap mertua perempuan saya juga dipulihkan. Sungguh restorasi luar biasa dalam hidup kami benar benar terjadi.

Desember 2011 ternyata hasil scan menunjukkan cancer nya kembali. Saya selalu percaya bahwa Tuhan Yesus selalu punya rencana yang luar biasa dalam hidup ini. Tapi jujur, kembalinya cancer ke 2 ini membuat saya down. Bukan karena saya marah pada Tuhan, tapi saya malu. Sudah bersaksi di mimbar, sudah bersaksi lewat blogspot dll, tiba tiba cancer ini kembali. Saya sempat down, memikul beban yang rasanya berat sekali. 

Dua bulan berlalu dan saya sadar,yang membuat saya down bukan karna saya takut Tuhan tidak menyembuhkan penyakit suami saya, tapi yang membuat saya down adalah saya malu diomong-omongin orang. Rasanya wajah tertampar melihat tatapan mata orang orang disekeliling saya yang memandang dengan iba. Seakan akan mata-mata itu bertanya : mana kesembuhan yang beberapa bulan lalu kamu ceritakan ??

Segera setelah saya menyadari hal itu, saya mulai merubah pikiran saya. Kenapa saya harus malu? Toh saya tidak melakukan hal dosa. Kembali nya cancer ini juga bukan kehendak saya.
Lalu Tuhan membuka mata saya, memperlihatkan pada saya betapa saya sudah hidup dalam kasih dan anugrah yang luar biasa.

Suami saya kembali menjalani kemoterapi di bulan Desember 2011, tepat hari ini sudah kemo ke 11. suami saya kemo di Gleneagles hospital singapore. Selama menjalani kemo, suami saya nyaris tidak merasakan efek negatif. Hanya ada sedikit pusing dan lemas selama 4-5 hari, setelah itu dia bisa kembali ke kantor, bekerja seperti biasa. Makan dengan lahap, tidak ada mual, rasa sakit atau hal hal lain yang biasa ditemui oleh pasien kemo. Padahal suami saya mengidap cancer stadium 4 dengan obat kemo yang amat sangat merusak. Dan kemo ini dilakukan setiap 2 minggu sekali. Dokter saya juga mengatakan bahwa baru kali ini dia punya pasien yang menjalani kemo tanpa efek samping negatif, selama kemo berat badan malah naik 5kg, dan tetap bekerja seperti biasa. Itu hanya bisa terjadi karena anugrah Tuhan. Only by HIS Grace!

Lalu mata saya tiba2 terbuka, benar saya hidup dalam anugrah! Saya melihat banyak teman teman seperjuangan yang menjalani kemo dengan kepayahan dalam mengatasi mual, pusing dan rasa sakit, bahkan banyak teman teman kami yang akhirnya meninggal. Tapi suami saya hidup dalam keadaan yang sama sekali tidak terlihat seperti sedang sakit. Dan saya benar benar merasa bego dan dungu.. kenapa saya malah sibuk memikirkan omongan orang dan bukannya bersyukur dengan keajaiban Tuhan yang setiap hari saya rasakan?!

Semenjak Febuari 2012 saya menetapkan untuk membuang semua rasa malu saya. Bukan urusan saya kalau ada orang yang ngomong ngomongin kenapa cancer nya bisa kembali. Saya tidak mau lagi tertuduh dan merasa tidak nyaman dengan tatapan tatapan iba orang di sekitar saya. Saya membebaskan diri saya dengan Firman Nya.

Semenjak itu selain membaca alkitab dan mendengarkan lagu lagu pujian, saya mulai mencari cari kotbah kotbah online untuk mengisi waktu luang saya. Sampai akhirnya saya menemukan podcast dari CLC. Dan saya mau mengucapkan terima kasih kepada Pastor Agus, saya amat sangat banyak diberkati mendengar kotbah kotbah anda dan pastor pastor lain lewat podcast ini. Luar biasa.

Benar adanya Firman Tuhan yang menyatakan iman itu timbul dari pendengaran akan Firman. Iman saya menjadi kuat dengan mendengar banyak kotbah. Saya jadi bisa melewati hari hari dengan kepala tegak, bersyukur dengan semua yang sudah terjadi dalam kehidupan ini. Terkadang saya menengok ke belakang dan benar benar melihat bagaimana cara Tuhan bekerja luar biasa dalam hidup saya dan keluarga.

Dan saya yakin, kembali nya cancer ini juga ada di dalam rencanaNya, untuk membawa kami ke tingkat kehidupan iman yang lebih tinggi.

Terima kasih Pastor Agus. Terima kasih CLC. Teruslah membagi banyak berkat lewat podcast dan media lainnya. Hari ini saya mendengar kotbah anda ttg anda memenangkan sebuah jiwa dari luar negri hanya lewat chatting. Luar biasa. Dan setelah mendengar kotbah itu saya jadi tergerak untuk mengirim email ini, untuk memberi konfirmasi kepada anda, bahwa benar kita sebagai umat Tuhan tidak boleh gaptek. Teknologi dan internet ternyata benar benar bisa membawa dampak ke seluruh belahan dunia.

God bless you!

Lucia R and family